Minggu, Oktober 19, 2008

Jewel of Medina (Permata dari Madinah): Penghinaan lagi atas Nabi Muhammad SAW yang kita cintai


Business as usual, setelah film kontroversial "Obsession: Radical Islam's War Against The West" dan bertepatan dengan "7 Tahun Misteri 11 September" lagi lagi Umat Islam harus menghadapi serangan dari kaum Islamophobia Amerika dengan diterbitkannya sebuah buku Novel "Jewel of Medina" persis pada saat Amerika juga saat ini sedang dilanda krisis yang maha dahsyat. Pemberitaannya juga seperti biasa diramaikan oleh Foxnews/CNN. Ada apa gerangan? (red)


Pernyataan dari Hizbut Tahrir Inggris : Serangan provokatif yang dilakukan belakangan ini atas Islam dan Kaum Muslim terjadi menyusul akan terbitnya sebuah buku berjudul : “
Jewel of Medina (Permata dari Madinah)” pada bulan Oktober 2008. Ini adalah buku yang ditolak terbit di Amerika, tapi para penerbit Inggris yang seringkali membuat tulisan-tulisan dan pernyataan-pernyataan anti-Islam ‘Londonistan’ telah memutuskan untuk menerbitkannya, dengan alasan kebebasan berbicara.

Walaupun isi dan sifat alami yang sesungguhnya dari buku itu yakni penghinaan atas Nabi Muhammad (SAW) dan Ibu Orang Mukmin Siti Aishah (RA) tidak diketahui, tapi media melaporkan sekelumit pikiran yang tersimpan di buku itu. Seorang Profesor Universitas Texas, Denise Spellberg, telah membaca buku itu dan mengatakan bahwa buku itu “memperolok-olok kaum Muslim dan sejarahnya dengan dia menggambarkan buku tersebut sebagai “sangat jelek, sebuah karya yang bodoh ” dan mengatakan “Anda tidak dapat bermain-main dengan sejarah yang sakral dan merubahnya menjadi sebuah karya pornografi murahan”. Kami masih menunggu apa yang sebenarnya terdapat dalam buku itu.

Namun ada sedikit keraguan apakah penerbitan buku itu merupakan suatu permulaan serangkaian serangan atas Islam di masa datang dimana kami telah terbiasa dengan hal yang demikian di Barat – sedikit tambahan yakni serangan dilakukan atas Hijab, kartun yang menghina Nabi Muhammad (SAW), seruan untuk melarang Qur’an dan penghinaan-penghinaan lain yang telah kita lihat dalam dua tahun terakhir. Semua itu adalah contoh-contoh atas apa yang dinamakan ‘toleransi’ dan ’sikap moderat’ atas nilai-nilai Barat sebagaimana yang seringkali diulang-ulang oleh para politisi.

Dalam hal serangan mendatang atas Islam, sangatlah penting bahwa Kaum Muslim sadar akan agenda mereka dan meresponnya secara terbaik menurut Islam. Sebagian dari agenda mereka adalah untuk mengintimidasi Kaum Muslim sehingga mereka bisa menekan kita untuk menerima nilai Barat atas kebebasan berbicara. Mereka ingin kita untuk mengikuti argumen bahwa kita mungkin tidak suka akan penghinaan, tapi kita tentu saja harus menerima hak untuk dihina dan yang hal terjelek adalah tetap menerima penghinaan itu atas hal-hal yang kita anggap sakral. Hal ini tidak bisa diterima karena beberapa alasan.

Pertama, Islam tidak memperbolehkan untuk mempertunjukkan penghinaan atas hal sakral yang diyakini seseorang sebagaimana Islam dihina oleh Kaum Sekuler di zaman modern ini.

Kedua, hadis Nabi yang terkenal yang mewajibkan kita untuk merubah kemunkaran, mewajibkan kita untuk membenci kemunkaran di dalam hati, jika kemunkaran tadi tidak bisa dirubah dengan tangan atau dengan kata-kata. Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menghargai nilai kebebasan berbicara yang tidak terbatas yang memungkinkan penghinaan yang sedemikian rupa atas Islam tanpa berada jauh dalam keadaan dibawah ‘selemah-lemahnya Iman’ seperti yang disebutkan dalam hadis tadi.

Ketiga, kebebasan bereskpresi di Barat adalah sebuah nilai yang telah menyebabkan kerusakan yang besar dalam masyarakat. Di Eropa, penghinaan atas Nabi Isa (Jesus) anak Maryam (AS) sekarang menjadi hal yang biasa. Orang Kristen di Barat telah terbiasa atas penghinaan semacam itu dan biasanya hanya mampu berkata sedikit. Namun, masyarakat yang begitu mudahnya menghina umat Islam, umat terbaik dalam sejarah juga mengeluh akan kurangnya rasa hormat atas orang tua, guru, pihak berwenang dan bahkan antar mereka sendiri dalam masyarakat – dan gagal untuk melihat adanya hubungan keduanya.

Lagi pula, kebebasan berekspresi yang tidak terbatas adalah kebebasan untuk menghina, dan hak untuk bebas menghina orang lain tidak bisa menghasilkan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai. Paling tidak hal ini menjelaskan mengapa Eropa yang sekuler begitu tidak mampunya untuk bertoleransi atas perbedaan; dan sejarah terburuk Eropa menunjukkan bagaimana kebebasan untuk menghina ini sangat cepat berubah menjadi kebebasan untuk menganiaya orang lain.

Di sisi lain, merespon provokasi yang disengaja itu dengan ancaman-ancaman kekerasan hanya akan membuat kita masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh para penerbit – yang tidak diragukan lagi berharap untuk mendapat jutaan dolar dari kontroversi yang diciptakan oleh buku murahan itu. Siapapun yang masuk ke dalam perangkap ini hanya akan melengkapi pekerjaan musuh-musuh Allah dan Rasul Nya.

Jadi bagaimana seharusnya respon Kaum Muslim?

  1. Pertama, kita harus tahu bahwa tidak akan pernah ada pertahanan apapun atas harga diri dan kehormatan Islam tanpa Khilafah Islam –sebuah pemerintahan yang akan bertindak dan berbicara untuk mempertahankan Islam dan Kaum Muslim di tingkat dunia. Saat ini, para pemimpin Barat secara fanatik mempertahankan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi mereka yang nilainya tidak lebih dari pendudukan dan eksploitasi. Dimanakah pemimpin Muslim yang berdiri membela Nabi Muhammad SAW yang kita cintai? Dimakah pemimpin yang berdiri menentang penghinaan atas Islam yang dilakukan dari hari ke hari?

    Ketika Khilafah muncul, para pemerintahan Barat akan berpikir dua kali sebelum mengizinkan dilakukannya ejekan dan penghinaan atas Allah dan Rasul Nya. Jadi, yang diperlukan pada hari ini adalah mendirikan kembali Khilafah Islam, sebuah metode persatuan dan kepemimpinan Umat.

    Rezim-rezim yang ada pada saat ini di Dunia Islam – seperti keluarga Kerajaan Al Saud – yang telah mempergunakan pengaruh mereka untuk melakukan penghentian investigasi kasus penipuan – di Inggris – atas aktivitas bisnis mereka sendiri. Namun mereka membisu atas penghinaan yang dilakukan kepada Rasulullah.

    Semua Muslim harus bergabung dalam seruan untuk mendirikan Khilafah, karena inilah jalan satu-satunya bagaimana hal-hal semacam ini selayaknya dihadapi. Memang, seringnya serangan atas Islam seharusnya membuat kita untuk semakin memperkeras usaha untuk mendirikan Negara yang yang menjunjung tinggi kehormatan Islam.


  2. Kedua, kita harus menghadapi isu-isu ini dengan argumen-argumen yang efektif dan protes yang menunjukkan pada masyarakat luas akan buah nilai-nilai mereka yang membolehkan penghinaan atas Para Nabi dan Utusan-utusan Nya, yang telah menyebabkan rasa tidak hormat yang sistimatis dalam masyarakat dimana mereka tidak punya jalan keluarnya. Kita harus melakukan ini lewat surat-surat, artikel-artikel, telepon ke media , petisi, pembicaraan, debat dan – jika perlu – menyeruakan protes di jalan.


  3. Ketiga. Kaum Muslim harus membuat kesempatan ini untuk mendidik dunia tentang siapakah sebenarnya Nabi Muhammad (SAW) sesunggunya - sebaik-baiknya ciptaan, dan sebaik-baiknya contoh. Banyak orang akan menanyakan tentang sifat sesungguhnya dari Nabi yang kita cintai dan kita harus menyatukan kesempatan ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Adalah mungkin bahwa respon atas buku ini dan penghinaan-penghinaan lain yang menjijikkan adalah serupa dengan yang dilakukan atas film bodoh yang dibuat Geert Wilders - dimana masyarakat melihat dia dan filmnya sebagai sampah yang sama sekali tidak berharga dan begitulah mereka sesungguhnya. Tapi, mungkin saja bahwa respon dari masyarakat atas buku ini adalah seperti atas kartun kotor yang dibuat oleh orang Denmark – sebagian politisi dan media menganggap isu ini sebagai sebuah perayaan kebebasan berbicara dan dengan demikian masyarakat secara kolektif merayakan penghinaannya atas Islam. Dalam situasi seperti ini, Kaum Muslim seharusnya memobilisir diri mereka secara kolektif, dan tidak hanya bersuara mengecam aksi itu, melainkan secara terbuka menyatakan di hadapan Allah (SWT) bahwa mereka terbebas untuk disalahkan atas isu ini.

Hizbut-Tahrir Inggris akan bekerja dengan komunitas muslim di Inggris untuk mengangkat kesadaran masyarakat terhadap isu ini dan menyatukan komunitas muslim untuk memberikan respon dengan cara yang paling efektif, Inshallah.

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang (QS 61:14).

Sumber:
http://swaramuslim.net/more.php?id=6096_0_1_0_M

Situs Youtube Dijadikan Penyebaran Agama di Dunia

Nampaknya kini situs Youtube menjadi rujukan banyak pihak untuk menyampaikan maksud mereka kepada seluruh dunia. Bahkan kini para pemuka agama – mulai dari Imam, Rabi hingga Pastur - menggunakan situs tersebut untuk menyampaikan dan menyebarkan ajaran agama mereka.

“Bertahun-tahun, orang-orang dalam bisnis saya memperbincangkan bagaimana kini internet bahkan menyebarkan agama, menyempurnakan media cetak dalam pem-Protestan-an. Namun ini tidaklah benar”, Steve Weldman, penemu website multi-agama, Beliefnet, berkata kepada majalah Time pada edisi 6 Oktober.

Namun dengan kehadiran Youtube, Waldman pikir dapat menjadi transformasi baru dalam agama.

Bermacam-macam pemuka agama: Imam, Pastur, Rabi, Guru, Paus, menggunakan Video-Sharing (fitur Youtube yang memungkinkan penggunanya bertukar informasi) untuk merayakan dan menyebarkan agama mereka.

Dalam suratnya, Pastur Harold, ketua Kementrian Cepat Tanggap di Phoenix, memberikan pelayanan doa dan khotbahnya secara online di situs tersebut yang dikenal sebagai dispensasi pre-millenial.

Dalam 49 video yang dikirimkannya, dia menjelaskan tentang adegan Tribulasi selama tujuh tahun, lengkap dengan darah, api dan anti-Tuhan, telah dimulai.

Dia menganjurkan umat Kristen di seluruh dunia bersiap-siap untuk “Kehadiran Kedua”, yang menurutnya sudah di ambang pintu.

Rabi Jonathan Ginsburg, seorang Rabi senior Niles Township Jewish Congregation di Skokie, Illinois, memberikan serial Video mingguan.

Sejak dia mulai mengirimkannya, ribuan orang telah menyaksikan video-video yang menerangkan mulai dari tradisi pemakaman Yahudi hingga hari besar mereka.

Markas Youtube di San Bruno yang terbentuk tahun 2005 oleh tiga orang Amerika adalah website yang menyediakan layanan Video-Sharing dimana penggunanya dapat meng-upload, menyaksikan dan berbagi klip Video.

Situs tersebut menyediakan wadah untuk menyebarkan pesan kepada seluruh dunia dengan biaya yang murah namun dapat mencapai jangkauan yang luas.

“Saya selalu ingin mencapai seluruh dunia sehingga masyarakat umum dapat secara gratis mendengarkan apa yang ingin saya sampikan, dan saya tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak.”, kata Dattatreya Siva Baba, seorang Guru Hindu asal India yang tinggal di Amerika.

Sejak dia mengirimkan video-videonya 15 bulan yang lalu, sekitar 3 juta orang telah menonton video tentang ajaran Hindunya.

Biasanya tiap video ditonton sekitar 6.000 orang tiap harinya.

Mike Bowen, seorang Pastur muda dari sebuah Gereja di Carolina Utara, menerangkan tentang video kiriman pertamanya dalam situs tersebut,

“Saya menadapat sekitar 1.000 email di kotak masuk saya dari seluruh dunia.”

Sejak video tersebut dikirimkan, 229.000 orang telah menontonnya, jumlah yang sangat mengagetkan bagi Mike, dan mendorongnya untuk melanjutkannya.

“Saya bangga menjadi bagian dari ini semua”

Laura, seorang Muslim Amerika berusia 33 tahun asal Virginia, menggunakan Youtube untuk membersihkan salah paham tentang agama barunya.

Dia telah mengirimkan lebih dari 23 video lebih dari beberapa bulan yang lalu dengan nama AdvocateIslam ( www.advocateislam.com )

Dalam videonya, ketika dia menerangkan tentang Hijab, dia sedang terlihat duduk di kantor rumahnya, dengan komputer, beberapa rak buku dan sebuah bendera Amerika kecil ketika dia meluruskan salah paham tentang pandangan umum sebagian orang Barat terhadap Islam.

Ketika dia butuh membaca kitab Suci Al-Qur’an untuk menjelaskan tentang ajaran agamanya, Laura melihat salinan kitab Suci Islam di laptopnya.

“Saya harap saya telah melakukan apa yang dibutuhkan untuk membangkitkan Islam demi nama Allah"

Sumber:
http://swaramuslim.net/more.php?id=6098_0_1_0_M

Mekkah menggantikan Greenwich?


Pada sebuah konferensi yang bertajuk "Mekah, Pusat Bumi, Teori dan Praktek" yang diadakan di Qatar, pemimpin agama dan ilmuan Islam menyerukan kepada dunia untuk mengubah Kordinat Waktu Universal dari yang berbasis di Greenwich, Inggris ke zona waktu Mekkah , Arab Saudi. Para tamu sepakat bahwa Mekah adalah "benar" pusat dari Bumi. Berikut ini beritanya yang saya kutip dari BBC. Lantas apa pendapat anda?


Muslim menyerukan pengadopsian waktu Mekkah

Oleh Magdi Abdelhadi
Analis Masalah Arab BBC

Ilmuwan dan clerics Muslim diminta untuk mengadopsi waktu Mekah untuk menggantikan GMT, dikatakan bahwa Saudi adalah kota yang benar pusat dari Bumi. Mekkah adalah arah bagi semua Muslim untuk menghadapkan wajahnya ketika mereka melakukan doa-doa harian.

Seruan ini dikeluarkan pada konferensi yang diselenggarakan di negara Teluk Qatar dengan tajuk: Mekah, Pusat Bumi, Teori dan Praktek. Salah seorang ahli geologi berpendapat bahwa tidak seperti daerah longitudinal lainnya, Mekkah berada pada deretan yang sempurna ke arah utara magnet.

Dia mengatakan bahwa GMT yang berada di Inggris sebenarnya dipaksakan, karena Inggris merupakan negara kolonial terbesar di dunia, dan hal ini menyangkut pengaturan perubahan waktu.


Mekkah menyaksikan

Seorang ulama, Sheikh youssuf al-Qaradawy, mengatakan sains modern telah memberikan bukti terakhir bahwa Mekkah merupakan pusat bumi yang sebenarnya; katanya, bukti dari kebesaran "qibla"Muslim—dalam Bahasa Arab kata untuk arah Muslim menghadap ketika mereka berdoa.

Pertemuan itu juga memastikan apa yang telah dijelaskan oleh kalangan Muslim Perancis, yaitu menyaksikan Mekkah. Menonton yang disebut anti-putar searah jarum jam dan ditujukan untuk membantu Muslim menentukan arah Mekah dari semua tempat di bumi ini.

Pertemuan di Qatar ini adalah bagian dari kecenderungan saat ini di beberapa masyarakat Muslim yang ingin mencari kebenaran di dalam Alquran tentang sains modern. Hal ini disebut "Ijaz AlQur'an", yang kira-kira diterjemahkan sebagai "alam ajaib dari kitab suci."

Pertemuan itu juga mengukuhkan kepercayaan bahwa banyak sekali kebenaran ilmiah yang terdapat di dalam kitab suci Muslim, dan ini merupakan karya para cendekiawan untuk menemukannya dengan publisitas dan bukti yang tekstual. Tetapi tidak tanpa gerakan para kritikus, yang mengatakan bahwa gagasan sains modern yang diturunkan di dalam Alquran adalah kebenaran rohani, yang konstan, dan kebenaran empiris, dimana sebuah negara bergantung pada satu titik waktu tertentu.

Berikut ini sumber berita aslinya:
http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/7359258.stm

Pemilu 2009 Sudah Hampir Tiba


Pemilu 2009 sudah diambang mata. Kampanye oleh berbagai kalangan pun telah bertebaran dimana-mana. Kampanye saat ini banyak dilakukan oleh parti politik, calon anggota legislatif, dan para calon presiden kita berikutnya. Di alam demokrasi seperti saat ini tidak ada salahnya dan tidaklah berdosa atau sah-sah saja jika setiap warga negara Indonesia mencalonkan diri mereka sebagai calon wakil rakyat di parlemen maupun sebagai pemimpin negara ini berikutnya. Tinggal bagaimana sebagai seorang calon wakil rakyat mapun pemimpin kita melihat kembali kedalam diri kita sendiri, ajukan pertanyaan apakah saya sudah mampu menjalankan amanah ini jika nantinya saya terpilih menjadi wakil rakyat atau pemimpin negeri ini sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Alloh maupun sumpah jabatan saya kepada bangsa ini? Apa kompetensi saya sehingga saya merasa mampu menjalankan itu semua? Bagaimana cara saya agar ketika sampai waktunya dapat mempertanggunggjawabkan tugas yang maha berat ini kepada Sang Kholiq?
Kini zaman sudah berubah, masyarakat yang dulunya pasif dan melakukan apa saja keinginan penguasa kini telah mampu mengangkat kepala dan mulai berani untuk menyatakan 'nanti dulu' bahkan tidak kepada setiap perintah penguasanya. Masyarakat kini sudah jauh lebih pintar dibandingkan 30-40 tahun yang lalu. Masyarakat yang dulunya diam dibawah rezim Orde Lama, masyarakat yang penuh rasa ketakutan dan cemas dibawah rezim Orde Baru kini dapat menyatakan semua opini mereka tanpa merasa takut dan sungkan hal tersebut terlarang apalagi haram bagi mereka.
Sudah bukan zamannya lagi kalau kini politisi hanya mampu memberikan janji saja. Sudah bukan saatnya lagi kalau politisi saat ini hanya mampu bagus dan ideal jika berada pada kondisi sulit saja (baca: kampanye). Saatnyalah kini jika anda mampu berjanji, maka anda harus pula berani menepati, jika anda mampu bermulut manis saat kampanye, maka saatnyalah kini anda juga harus mampu bermanis kerja ketika anda telh dipilih.
Seperti iwan fals bilang dalam lirik lagunya:

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana, di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari sabang sampai merauke

Saudara dipilih bukan dilotre
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi para juara
Juara diam, juara he'eh, juara ha ha ha......

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu "setuju......"

Nah, kalau anda sebagai calon wakil rakyat atau calon pemimpin bangsa ini hanya bisa seperti itu, maka mundurlah secara teratur dan berikan jalan yang lebar bagi mereka yang memang lebih bisa adan berkompetensi untuk itu.
Rakyat jangan mau memakan bulat-bulat janji mereka saat kampenye, kalau perlu lihat latar belakang dan kehidupan mereka sebelum ini. Kalau kelakuan mereka sebelum mencalonkan saja sudah buruk dan hal itu tidak banyak berubah saat mereka mencalonkan diri mereka untuk jabatan tersebut, maka ada baiknya anda tidak ragu-ragu mengiliminasi mereka itu.
Rakyat jangan mau lagi dibahagiakan oleh politisi busuk itu hanya satu atau dua hari saja, tetapi penderitaan yang akan ditanggung oleh rakyat bisa terjadi selama empat tahun mendatang bahkan lebih. Maka pesan saya untuk semua rakyat Indonesia pilihlah pilihan anda secara cermat, jangan mau dimingi-imingi oleh kesenangan sesaat padahal dibalik itu ada penderitaan yang lebih panjang siap mendatang.
Semoga kita menjadi bangsa yang besar, besar bukan karena kejelekan kita dan keburukan kita dimata bangsa lain, tetapi besar karena kebaikan dan keunggulan kita yang dibangun dengan susah payah dibanding bangsa lain.
VIVA INDONESIA